Selasa, 04 Desember 2012
Rabu, 21 November 2012
Latihan Kardiovaskular
Latihan kardiovaskular adalah latihan yang dapat meningkatkan detak
jantung dan membuat anda berkeringat. Minimal latiha kardiovaskular dilakukan
selama 20 menit sebanyak 3-4x/minggu. Apabila tujuan anda adalah untuk
menurunkan berat badan, anda sebaiknya melakukan latihan kardiovaskular lebih
dari 4 x/minggu dan masing-masing selama 30-45 menit atau lebih lama.
Latihan
kardiovaskular ideal adalah latihan yang dimulai dengan 5-10 menit pemanasan
sehingga secara perlahan meningkatkan detak jantung anda.
Dilanjutkan
dengan latihan selama 20 menit atau lebih dengan jenis latihan seperti
jogging, treadmill, aerobik, atau berjalan untuk mencapai Target Detak Jantung.
Target detak jantung adalah panduan untuk mengukur kondisi anda sebelum
olahraga dan membantu mengetahui progresifitas dari latihan yang anda lakukan.
Target detak jantung juga dapat memperlihatkan seberapa berat anda berolahraga.
Untuk
mencapai target detak jantung, hitunglah selalu frekuensi nadi anda ketika
sedang berlatih. Anda dapat melakukan pengukuran frekuensi nadi di 2 tempat
yaitu pada pergelangan tangan bagian dalam sisi luar atau sejajar dengan ibu
jari, dan yang kedua adalah pada sisi leher (arteri karotis). Hitunglah
frekuensi nadi selama 10 detik dan kalikan 6, anda akan mendapatkan detak
jantung selama 1 menit.
Target
Detak Jantung (Heart Rate) berdasarkan usia
|
||
Usia
|
Rendah
(50%)
|
Tinggi
(75%)
|
20
|
100
|
150
|
25
|
98
|
146
|
30
|
95
|
143
|
35
|
93
|
139
|
40
|
90
|
135
|
45
|
88
|
131
|
50
|
85
|
128
|
55
|
83
|
124
|
60
|
80
|
120
|
65
|
78
|
116
|
70
|
75
|
113
|
Pada
saat latihan, anda tidak mungkin langsung mencapai target denyut jantung karena
otot dan sistim sirkulasi membutuhkan waktu untuk melakukan pemanasan secara
perlahan. Tingkatkan latihan fisik yang anda lakukan secara perlahan sampai
tercapai target detak jantung. Akhiri latihan dengan melakukan pendinginan
selama 5-10 menit yang akan membantu menurunkan detak jantung perlahan
dan mencegah otot menjadi keram.
Sangat
penting untuk menjaga asupan cairan (minum air dalam jumlah cukup) ketika
berolahraga karena cairan tubuh akan keluar melalui keringat (mekanisme alami
untuk mendinginkan tubuh).
video senam sehat untuk jantung
Yang perlu diperhatikan saat berolahraga
:
- Hentikan latihan apabila anda
merasa kelelahan atau sesak napas. Lakukan pengurangan aktivitas fisik
secara perlahan. Istirahatlah dengan mengangkat kaki anda lebih tiggi
- Jangan berolahraga apabila anda sedang tidak enak badan atau mengalami demam.
- Hentikan latihan apabila anda mengalami detak jantung tidak beraturan atau berdebar-debar. Periksa frekuensi nadi anda setiap 15 menit. Apabila masih tetap diatas 120-150x/menit, segeralah berkonsultasi dengan dokter.
Peran Hormonal pada Jantung
Syaraf-syaraf
simpatetik juga berakhir dibagian medulla dari kelenjar adrenal. Didalam respon
terdapat aktivasi simpatetik, jaringan kelenjar ini mengeluarkkan sejumlah
besar epinefrin dan sedikit norepinefrin ke dalam darah. Hormon ini kemudian
bertindak sebagai messenger (baca) bahan-bahan kimia untuk menimbulkan respon
konstriktor umum, kecuali di dalam pembulu darah jantung dan otot rangka.
Selama latihan, pengendalian hormonal dari aliran darah regional relative kecil
jika dibandingkan dengan pengendalian hormonal dari aliran darah local yang
cepat dan dengan kekuatan dorongan syaraf simpatetik.
Tabel. Efek Hormon pada Curah Jantung
Hormon
|
Mekanisme
Efek
|
Norepinefrin
|
Meningkatkan
permeabilitas ion natrium dan ion kalsium pada jantung. Peningkatan ion
natrium pada nodus SA akan menurunkan perubahan muatan ion (resting membrane potential) dan memacu
akselerasi sel-sel pacu jantung sehingga terjadi penurunan konduksi atrium ke
ventrikel.
|
Asetikolin
|
Dilepaskan
oleh ujung saraf parasimpatis, meningkatkan permeabilitas ion kalium di nodus
SA akibat menurunnya denyutan nodus SA. Penurunan tansmisi implus akan
menurunkan denyut jantung, volume sekuncup dan curah jantung. Umumnya serabut
vasomotor mengeluarkan epinefrin yang merupakan vasokonstriktor kuat, akan
tetapi pada otot rangka beberapa serabut vasomotor mengeluarkan asetilkolin
yang menyebabkan dilatasi pembuluh darah.
|
Hormon
Tiroid
|
T3
dan T4 berpotensi untuk memberikan aksi pada peningkatan kadar katekolamin
(norepinefrin dan epinefrin) dengan efek dapat meningktkan denyut jantung dan
volume sekuncup
|
Glukagon
|
Glukagon
memiliki efek inotropik pada jantung dengan menstumulasi kontraktilitas otot
jantung
|
Langganan:
Komentar (Atom)
